K 1 K 2 K 2 K 3 K 10 K 9 K 8 K 6 K 5 K 4 K 7
”SELAMAT DATANG DI WEBSITE KKM KARANGGENENG ” ”SELAMAT DATANG DI WEBSITE KKM KARANGGENENG ” ”SELAMAT DATANG DI WEBSITE KKM KARANGGENENG ”

05 November, 2012

Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan Formulir Digital Tahun 2012

Pendataan PTK menggunakan Formulir Digital ini meliputi Guru RA/BA/TA, Guru Madrasah Ibtidaiyah, Guru Madrasah Tsanawiyah, Guru Madrasah Aliyah, Pengawas Pendidikan Agama Islam dan Madrasah, Guru PAI SD/SDLB, Guru PAI SMP/SMPLB, Guru PAI SMA/SMALB dan Guru PAI SMK baik PNS maupun Bukan PNS yang sudah memiliki NUPTK.

Formulir Digital Pendataan PTK diisi secara mandiri oleh masing-masing guru sehingga semua guru di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur harus berpartisipasi aktif untuk mengisi formulir digital ini dengan waktu pendataan dimulai tanggal 24 September 2012 sampai 30 Nopember 2012. 
Informasi secara lengkap tentang pendataan PTK dengan formulir digital ini silakan dowload file-file berikut:


10 Oktober, 2012

PELATIHAN APLIKASI BOS 2012

MKKMI KARANGGENENG - Setiap kepala Madrasah di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, wajib mengetahui dan memahami pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), sehingga bantuan tersebut benar-benar bermanfaat.

Kepala Kementerian Agama Kab Lamongan yang diwakili Bapak  Banjir Sidomulyo, M.Pd. pada acara pelatihan pengelolaan dana BOS di MIN Kawistolegi Karanggeneng, Selasa (09/10/12) mengatakan, pemahaman tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya deviasi dalam pengelolaan dana BOS.

"Daerah rugi dua kali bila dana BOS tidak dimanfaatkan semestinya, pertama uangnya hilang dan kedua nilai kemanfaatan yang tidak optimal," tuturnya.

Pelatihan yang dibuka Kasi Mapenda Kabupaten Lamongan itu diikuti 108 orang yang terdiri dari kepala madrasah dan bendahara madrasah dari tingkat MI  dalam 3 kecamatan yakni Kec. Karanggeneng, Sukodadi dan Kalitengah.

20 September, 2012

MONITORING BOS 2012


Kamis, 20 September 2012 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah  (MTs)  Se Kecamatan Karanggeneng  kedatangan tamu dari Mapenda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. Adalah Drs. HM. Syamsuri , M.Pd , Beliau adalah Kasi Mapenda yang turun langsung untuk memantau / monitoring Penyerapan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan didampingi pegawai dari Mapenda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan beliau diterima oleh Pengawas Pendidikan agama Islam (PPAI)  Pengawas Madrasah Tsanawiyah serta para Kepala MI dan MTs dan Bendahara MI/MTs  Se Kecamatan Karanggeneng.
Setelah sedikit beramah tamah, pelaksanaan monitoring pun dilakukan dengan meminta Bendahara dan Kepala Madrasah menunjukan bukti SPJ BOS, Buku Kas , Kas Pembantu serta bukti fisik lainnya yang terkait dengan BOS untuk diperiksa satu persatu. 
Dari Kegiatan Monitoring tersebut penyerapan BOS yang diperiksa adalah untuk Triwulan I sampai dengan Triwulan III. Alhamdulillah monitoring berjalan dengan lancar, yang diakhiri dengan refleksi dari kegiatan tersebut, sehingga Kepala Madrasah faham didalam penggunaan dana BOS yakni Tepat Sasaran , Tepat Jumlah , Tepat Guna dan Akuntabel   ... ( dhr)

14 September, 2012

Strategi Mengembangkan Mutu Pendidikan dengan Pendekatan PAIKEM


Mengawali tulisan ini, kami dari MKKMI Karanggeneng ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah.
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparatis antara pencapaian academic standard dan performance standard. Faktanya, banyak peserta didik menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Senagian besar dari peserta didik tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunkan atau dimanfaatkan. Peserta didik memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagai mana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat umumnya di mana mereka akan hidup dan bekerja.
Perlu diketahui bahwa disparitas pendidikan selama ini terjadi karena pembelajaran selama ini hanyalah suatu proses pengondisian-pengondisian yang tidak menyentuh realitas alami. Pembelajaran berlatar realitas artificial. Aktivitas kegiatan belajar mengajar selama ini merupakanpseudo pembelajaran. Terdapat jarak cukup jauh antara materi yang dipelajari dengan peserta didik sebagai insane yang mempelajarinya. Materi yang dipelajari terpisah dari peserta didik yang mempelajarinya.
Sebagai medium pendekat antara materi dan peserta didik pada pembelajaran artificial adalah aktivitas mental berupa hafalan. Pembelajaran lebih menekankan memorisasi terhadap materi yang dipelajari daripada struktur yang terdapat di dalam materi itu. Pembelajaran seperti ini melelahkan dan membosankan. Belajar bukan manifestasi kesadaran dan partisipasi, melainkan keterpaksaan dan mobilisasi. Dampak psikis ini tentu kontraproduktif dengan hakikat pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan manusia atas seluruh potensi kemanusiaan yang dimiliki secara kodrati.
Pembelajaran seharusnya menjadi aktivitas bermakna yakni pembebasan untuk mengaktualisasi seluruh potensi kemanusiaan, bukan sebaliknya. Pertanyaannya, bagaimana menemukan cara terbaik menciptakan pembelajaran bermakna?
Seiring dengan pengembangan filsafat kontruktivisme dalam pendidikan selama dekade ini, muncul pemikiran kritis merenovasi pembelajaran bagi anak bangsa negeri ini menuju pembelajaran yang berkualitas, humanis, organis, dinamis, dan kontruktif. Salah satu pemikiran kritis itu dan salah satu upaya yang dapat dikembangkan oleh sekolah adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,efektif dan menyenangkan atau PAIKEM.
Pembelajaran, menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage performance. Pembelajaran lebih menekankan bahwa peserta didik sebagai makhluk berkesadaran memahami arti penting interaksi dirinya dengan lingkungan yang menghasilkan pengalaman adalah kebutuhan. Kebutuhan baginya mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan yang dimilikinya.
Aktifpembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakangagasan. Belajar memang merupakan proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Pembelajaran aktif adalah proses belajar yang menumbuhkan dinamika belajar bagi peserta didik. Dinamika untuk mengartikulasikan dunia idenya dan mengkonfrontir ide itu dengan dunia realitas yang dihadapinya.
Inovatifpembelajaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari. Makan itu hanya bisa dicapai jika pembelajaran dapat memfasilitasi kegiatan belajar yang member kesempatan kepada peserta didik menemukan sesuatu melalui aktivitas belajar yang dilakoninya.
Kreatif, pembelajaran harus menumbuhkan pemikiran kritis, karena dengan pemikiran seperti itulah kreativitas bisa dikembangkan. Pemikiran kritis adalah pemikiran reflektif dan produktif yang melibatkan evaluasi bukti. Kreativitas adalah kemampuan berpikir tentang sesuatu dengan cara baru dan tak biasa serta menghasilkan solusi unik atas suatu problem.
Efektifpembelajaran efektif adalah jantungnya sekolah efektif. Efektivitas pembelajaran merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran efektif mencakup keseluruhan tujuan pembelajaran baik yang berdimensi mental, fisik, maupun sosial. Pembelajaran efektif “memudahkan” peserta didik belajar sesuatu yang “bermanfaat”.
Menyenangkanpembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan suasana socio emotional climate positif. Peserta didik merasakan bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang didera dirinya, melainkan berkah yang harus disyukurinnya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya. Pembelajaran menyenangkan menjadikan peserta didik ikhlas menjalaninya.
Pembelajaran PAIKEM adalah pembelajaran bermakna yang dikembangkan dengan cara membantu peserta didik membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah dimiliki dan dikuasai peserta didik. Peserta didik dibelajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep dan bagaimana konsep tersebut dapat dipergunakan di luar kelas.
Praktik PAIKEM membutuhkan kemampuan teoritik dan praktik. Kemampuan teoritik meliputi arti belajar, dukunagn teoritis, model pembelajaran, dan pembelajaran kontekstual. Kemampuan praktik adalah mempraktikan metode-metode PAIKEM. Diantaranya yaitu metode Jigsaw,Think-Pair-Share,Numbered Heads Together, Group Investigation, Two Stay Two Stray, Make a Match, Bamboo Dancing,Listening Team, Inside-Outside Circle, Point-Counter-Point, dan The Power of two.
PAIKEM sebagai proses learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together mendorong terciptanya kebermaknaan belajar bagi peserta didik. Aspek pengetahuan-pengetahuan tersebut penting sebagai landasan bagi guru maupun calon guru berpikir logis dan bertindak profesional atas profesinya.
Bertolok pada kebutuhan pendidikan di era global dan tuntutan profesionalisme kependidikan, metode bertajuk PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan) proses dan hasil belajar peserta didik diharapkan akan meningkat. Dengan meningkatnya proses dan hasil belajar maka diharapkan kualitas pendidikan juga akan meningkat. Oleh karena itu,semoga dapat menjadi referensi bagi guru khususnya dan insan-insan yang mempunyai atensi di bidang pendidikan pada umumnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa di negeri ini.

30 Juli, 2012

PANDUAN BOS 2012 MADRASAH SWASTA

MKKMI Karanggeneng ingin berbagi, Panduan Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2012, Bagi Bapak/Ibu yang ingin tahu, silakan mendownload  disini. Selamat semoga berhasil dan bermanfaat

29 Juli, 2012

DAFTAR LONGLIST SISA SERGUR 2012 JAWA TIMUR

Salam Silaturrahim, Bapak/Ibu yang ingin tahu Daftar Sisa Longlist sertifikasi Guru Tahun 2012 yang belum masuk UKA 2012  Jawa Timur dapat dicari atau di unduh di Blog MKKMI Karanggeneng. Caranya silakan download disini  , selamat semoga bermanfaat.

11 Juli, 2012

KALENDER PENDIDIKAN 2012-2013

Salam Silaturrahim , Bapak Ibu Kepala MI , Kami MKKMI Karanggeneng ingin berbagi  file Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2012-2013 , bagi Bapak / Ibu yang berkenan silakan mendownload di  disini   selamat semoga bermanfaat

09 Juli, 2012

AKREDITASI MI KECAMATAN KARANGGENENG

PPAI Karanggeneng bersma dengan UPA Kabupaten Lamongan telah melaksanakan Akreditassi di 5
lembaga MI di Karanggeneng pada tanggal 9 - 11 Juli 2012 yakni MI Muhammadiyah Latukan, MI Al Muhajirin I Latukan, MI Islamiyah GUPPI Legoh Jagran, MI Falahiyah Karangrejo dan MI Mansaul Huda Guci.

Suasana Tim UPA Kabupaten lamongan melaksanakan Civitas Akreditasi di MI Muhammadiyah Latukan tangggal 9 Juli 2012, Para Assesor memeriksa dan menanyakan semua insstrumen Akreditassi yang tterdiri dari 8 Standar, baik yang berupa Data Pendukung, Informasi dan  Buukti Fisik, semuanya ditanyakan tanpa terkecuali sesuai dengan IA ( Instrumen Akreditasi) yang telah dikirim oleh lembaga sebelumnya.


PPAI Karanggeneng Bapak H.Abdul Wahid, MA bersama dengan Bapak Mustari, M.Ag. juga turut mendaampingi Tim UPA dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Alhamdulillah berkat bimbingan PPAI Karanggeneng selama pra pelaksanaan sampai dengan pelaksaanaan,

Akreditasi berjalan dengan lancar, karena dari 8 Standart sudah dipersiapkan sebelumya , mulai dari Standar Isi , Standar Proses, Standar kompetensi Lulusaan, Standar Pendidik dan tendik, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan standar Penilaian
Pasca akreditasi para Dewan Guru didampingi Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mansyaul Huda Guci M. Sholeh berfoto bareng dengan Assesor dan PPAI

Kepala MI Muhammadiyah Latukan dan Guru foto bareng bersama Assesor dan PPAI Karanggeneng